Operasi Patuh Mahakam 2025, Satlantas Polres Kukar Catat 190 Penilangan Didominasi Pengendara di Bawah Umur
Kasat Lantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2025, Satuan Lalu Lintas
(Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan total 604 tindakan
penertiban, dengan 190 di antaranya berupa penilangan langsung.
Jumlah ini meningkat
sekitar 46 % dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 414 penindakan.
Operasi Patuh Mahakam ini sendiri digelar sejak 14-27 Juli 2025.
Kasat Lantas Polres
Kukar, AKP Ahmad Fandoli, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan tersebut
dipengaruhi oleh maraknya pelanggaran di wilayah Polsek jajaran, terutama di
daerah-daerah dengan akses yang cukup jauh dari pusat kota seperti Anggana, Loa
Janan, Muara Jawa, hingga Tenggarong Seberang.
“ Pelanggaran paling
banyak terjadi pada pengendara di bawah umur dan tidak menggunakan helm. Selain
itu, kami juga temukan banyak kendaraan dengan STNK yang sudah mati bahkan
lebih dari lima tahun tidak diperpanjang,” ungkap AKP Fandoli saat diwawancarai
awak media Selasa (29/07/2025) di ruang kerjanya.
Fandoli mengungkapkan
wilayah seperti Anggana, yang memerlukan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari
Tenggarong, disebut sebagai salah satu lokasi dengan tingkat pelanggaran
tertinggi.
“Kami temukan banyak
pelajar SMP mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan perlengkapan keselamatan.
Ini cukup mengkhawatirkan,” katanya.
Dalam pelaksanaan
operasi, Fandoli menegaskan bahwa penindakan dilakukan langsung untuk
pelanggaran yang termasuk dalam tujuh prioritas Operasi Patuh yakni:
1. Pengendara di
bawah umur
2. Tidak menggunakan
helm
3. Melawan arus
4. Berkendara dalam
pengaruh alkohol
5. Berboncengan lebih
dari satu orang (2-3)
6. Tidak menggunakan
sabuk pengaman
7. Menggunakan ponsel
saat berkendara
Sementara untuk
pelanggaran di luar tujuh prioritas, seperti over dimensi dan over loading
(ODOL), pihaknya masih mengedepankan tahap sosialisasi sesuai arahan dari
Korlantas.
“ODOL belum kita
lakukan razia. Fokus kami masih ke edukasi dan sosialisasi, karena untuk
mengembalikan spesifikasi teknis kendaraan berat itu butuh proses panjang,”
jelasnya.
Ke depan, Satlantas
Polres Kukar berencana memperluas jangkauan kegiatan dengan menggandeng
Bhabinkamtibmas untuk sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Kecamatan-Kecamatan.
Fandoli menyebut selain penertiban berkendara, edukasi kepada masyarakat terutama di wilayah pelosok juga akan ditingkatkan.
“ Wilayah Kukar ini
sangat luas. Tidak semua daerah selama ini tersentuh sosialisasi, sehingga
kesadaran masyarakat masih rendah. Ini yang akan kami perbaiki secara
bertahap,” tutup Fandoli. (Tan)